Mindset Pendidikan Karakter Pancasila itu Penting!



“Kita bukan cuma butuh orang cerdas saja, 
tapi juga orang berkarakter”

Sebuah kalimat yang menggelitik saya hari ini. Dua hal ini saling berkaitan : mereka mengisi satu sama lainnya. Bayangkan, kecerdasan tanpa diiringi karakter kuat, bisa-bisa tujuannya malah melenceng ke arah negatif. Bisa juga, kan?

Hadir di acara Forum Aksi bertajuk #PendekarPancasila yang diadakan Kemkominfo, mata saya langsung “melek” tentang Pendekar atau kepanjangan Pendidikan Karakter. Sampai menginjak umur 24 tahun ini, saya tersadarkan bahwa “pendidikan karakter” itu penting. Sangat penting.

Coba perhatikan sekitar kita,
Pernah lihat saat belanja di kasir, orang-orang berdesakan tidak mengantri? Atau saat teman kita atau bahkan kita sendiri mencontek saat ujian? Nah, itu contohnya orang tidak berkarakter.

Sad but true, namun kebiasaan-kebiasaan tersebut sering sekali kita temui di kehidupan sehari-hari. Kebiasaan itu lama-kelamaan dianggap “biasa saja” oleh masyarakat. Tanpa sadar saya pun pernah melakukan hal tersebut.

Padahal, Negara kita sendiri sudah memiliki nilai karakter yang sangat kuat : PANCASILA. Coba tengok saja sila ketiga yang berbunyi Persatuan Indonesia. Kalau kita masih tidak disiplin dan tidak peka terhadap sekitar dan lingkungan, apakah kita masih punya karakter Pancasila di diri kita?

“Before change the world, change ourselves”

Sebuah pepatah yang tepat untuk menggambarkan situasi ini. Sebelum mengubah Dunia, mari ubah diri kita sendiri. Ubah mindset, karakter dan juga kebiasaan-kebiasaan yang merugikan diri dan orang lain itu.

Di abad 21 sekarang, ancaman terbesar antar negara bukan karena militer darat, laut dan sebagainya, namun ancaman informasi yang terjadi di antara masyarakat. Mereka bukan menyerang pangkalan darat, namun pangkalan otak.


Belajar untuk berkarakter Pancasila itu bisa dilakukan dengan hal-hal yang simple. Lakukan hal kecil, yang berpengaruh pada hal besar. Contoh sederhananya, seperti tidak menyebar berita HOAX, tidak melakukan bully di sosial media dan bijak bersosmed. Saring sebelum Sharing.
 

Tidak ada komentar

Silahkan berkomentar, link hidup akan dihapus. Terimakasih sudah membaca :)